Tentang STAIA

Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairaat Labuha Halmahera Selatan (STAIA), merupakan lembaga pendidikan islam terkemuka di Kabupaten Halmahera Selatan yang dikelola oleh Yayasan Alkhairaat Halmahera Selatan. Alkhairaat sebagai sebuah organisasi (jam’iyah) dan sekaligus yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan dakwah memiliki fungsi dan peran yang sangat strategis dalam menentukan pencapaian tujuan pembangunan nasional. Dengan demikian, keberadaan Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairaat Labuha Halmahera Selatan (STAIA) dimaksudkan untuk melanjutkan misi perjuangan pendiri Alkhairaat Al Alimul ‘Alamma Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aldjufri dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, tanggung jawab besar bagi keluarga besar Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairaat Labuha Halmahera Selatan (STAIA) untuk mengembangkan pendidikan dan kebudayaan bernafaskan Islam serta membebaskan umat Islam dari kebodohan, keterbelakangan, dan kemiskinan khususnya di Halmahera Selatan. Pendirian lembaga tersebut merupakan tuntutan dan dinamika pendidikan Islam Indonesia terutama di Halmahera Selatan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor: Dj.1/149/2012 tentang izin operasional pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairaat Labuha Halmahera Selatan (STAIA) merupakan jawaban atas kegelisahan pemerintah dan masyarakat Halmahera Selatan dalam mengakselerasi sumber daya manusia, khususnya dibidang pendidikan Agama.
Dengan diterbitkannya Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI tersebut, perjuangan dan penantian panjang terhadap keberadaan sebuah perguruan tinggi yang berbasiskan agama di Halmahera Selatan kurang lebih lima tahun akhirnya membuahkan hasil. Sejarah pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairaat Labuha Halmahera Selatan (STAIA) merupakan satu mata rantai sejarah perkembangan perguruan tinggi di Maluku Utara dalam meningkatkan sumber daya manusia. Dinamika kehidupan masyarakat kontemporer tidak hanya mengharuskan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi semata, akan tetapi mendorong manusia untuk meningkatkan kualitas moral sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat manusia. Pendidikan Agama tidak dapat diabadikan dalam dinamika kehidupan manusia kontemporer tersebut, dimana nilai-nilai moralitas seakan tercerabut dari denyut nadi kehidupan umat manusia. Dengan demikian, kehadiran Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairaat Labuha Halmahera Selatan (STAIA), merupakan langkah ikhtiar sekaligus jawaban terhadap problem dan dinamika kehidupan manusia kontemporer yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi”gersang” dengan nilai-nilai spiritualitas.